Showing posts with label KAJIAN ISLAM. Show all posts
Showing posts with label KAJIAN ISLAM. Show all posts

Saturday, December 17, 2016

Arti sebuah kesabaran

Cara Membiasakan untuk Bersabar
Kesabaran akan memberikan kesempatan seseorang membaca persoalan hidup dalam kacamata yang lebih luas.
Kesabaranlah yang menjadi pintu seseorang menemukan kemudahan saat mengalami kesulitan.
Sabarlah yang membuat orang bisa menguasai dirinya sendiri. Sehingga kesabaranlah yang benar-benar menjadi penolong orang-orang beriman.
 Allah ta ’ala berfirman “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar ” (QS.Al-baqarah :153)
Sayangnya, seringkali kita salah dalam memaknai kesabaran. Kesabaran sering kita bawa ke dalam perspektif yang justru negatif.
Sabar menjadi sangat samar karena bercampur dengan sikap terpaksa.
Sabar yang model terpaksa begini tidak akan mendekatkan kita pada kemudahan dan jalan keluar.
Sabar versi terpaksa begini tidak akan menurunkan tensi emosional saat mengalami hantaman.
Kita hanya menahan jasad untuk tidak melakukan reaksi negatif, sementara batin kita dibiarkan terus bergejolak. Seperti bom waktu, ia bisa meledak kapan saja. Dan ledakannya bisa jadi lebih dahsyat.
Mari kita membuka ulang definisi sabar sebagaimana Alloh dan Rasulnya mengajarkan kepada kita.
Kesabaran berikut inilah yang akan memberikan kontribusi solutif dan produktif dalam hidup kita.
1. Sabar itu Mengalihkan Pandangan ke Akhirat.
Sangat susah untuk mengatakan sabar kita bersih dari keterpaksaan kalau dipikiran kita sama sekali tidak ada tujuan kebaikan Akhirat. Inilah definisi sabar paling penting yang harus kita pegang kuat-kuat.
Dalam hidup ini, pandangan kita hanya memiliki dua arah. Yaitu arah dunia dan arah akhirat. Suatu saat kita dominan menatap dunia.
Suatu saat sebaliknya. Ketika kita memandang ke arah dunia, kemudian menemukan kepahitan disana, maka kita punya kesempatan mengalihkan pandangan ke arah akhirat.
Berusaha membayangkan betapa Alloh menjanjikan limpahan karunia atas kepahitan yang menimpa kita di dunia.
Orang-orang yang tak serius dengan akhirat, akan sangat susah merasakan nikmatnya bersabar.
Ia tak punya pilihan, kemana dan kepada siapa harapannya akan disandarkan.
Yang dia punya hanya pandangan dunia bahwa urusannya harus selesai. Selama menunggu selesainya urusan itulah dia berada dalam keterpaksaan.
Padahal kalau mau menatap ke akhirat, mau merubah tujuannya menjadi berharap ridha Allah, pasti dia akan menikmati kesabarannya.
2. Sabar itu Menahan Diri
Salah satu definisi sabar, adalah menahan diri dalam merespon sesuatu.
Saat anda merasa di zalimi oleh seseorang, Anda mampu mengambil jeda menyusun “akal sehat” dan menata respon apa yang terbaik yang akan anda lakukan.
Misalkan di musim hujan begini, bagi kita para pengendara motor sangat besar potensi “disakiti”. Biasanya kita didahului motor yang melaju kencang dari belakang, dan airnya terciprat membasahi sekujur tubuh kita.
Si orang itu cuek dan tak sedikitpun meminta maaf. Pilihan ada pada kita, mengejar dan mengatai dia. Atau memilih menunda respon. Nah, dalam kondisi seperti ini, bersabar dengan menunda respon adalah definisi yang tepat. Dengan menahan diri sejenak, kita dapat menyusun persepsi-persepsi positif yang mambuat kita tidak terbawa ke dalam kondisi konflik yang sama-sama tak menguntungkan.
Misalnya, kita pikirkan saja bahwa orang yang melaju kencang itu sedang ada keperluan mendesak, istri sakit atau tak tahan buang hajat.
Kecerdesan menahan diri untuk memberi respon ini akan sangat menguntungkan kita dalam menjalani hidup.
Setiap tindakan yang kita lakukan dipastikan sangat berkualitas karena telah melalui proses pertimbangan yang matang. Kesabaran dengan menahan diri akan menghasilkan solusi. Kesabaran menunda respon inilah yang dilakukan para rasul Allah ketika didera siksaan oleh ummatnya,
 “Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Alloh saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri ” (Ibrahim: 10)
3. Sabar itu Bergerak
Perkataan “ kesabaran saya sudah habis” muncul karena memahami sabar adalah bersikap pasif. Sabar dianggap
nrimo .
Padahal sabar itu aktif.
Sabar itu bergerak.
Sabar itu berani menerobos tantangan.
Sabar itu teguh menjalani proses.
Sabar itu berani melawan demi keadilan.
Sabar bukan diam ketika di dzalimi.
Sabar seperti inilah yang dicontohkan oleh Rosulullah dan para sahabatnya,
 “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Alloh, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).Alloh menyukai orang-orang yang sabar."(QS. Ali Imran:146)
Lihatlah, Rosulullah berperang, beliau bergerak melawan kedzaliman. Dan justru dari situlah Allah menggolongkan mereka kedalam orang-orang yang sabar. Yaitu ketika mereka memberanikan diri menghadapi kesulitan kemudian tetap tegar didalamnya.
Maka dalam kehidupan keseharian kita, tidak ada alasan untuk tidak bergerak dengan dalih sabar menerima keadaan.
Setiap manusia diberikan kewenangan menentukan jalan hidupnya. Kemudahan itu memang kadang datang sendiri. Tapi juga tak sedikit, kemudahan-kemudahan yang Allah sediakan dengan cara harus dicapai melalui upaya, perjuangan, serta tetasan keringat dan air mata.
4. Sabar itu Khusyuk
Kenikmatan bersabar itu hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang khusyuk.
Sebagaimana Firman Allah,
 “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu ’,” (QS. Al-Baqarah : 45)
Pertanyaannya,
seperti apakah khusyuk
itu? Menurut penulis, salah satu tanda sholat kita khusyuk adalah ketika kita mampu menyelaraskan jasad dan pikiran dalam satu tempat. Saat kita sholat, jasad kita kondisinya menghadap kepada Allah. Maka untuk khusyuk, pikiranpun juga harus mengikuti aktivitas jasad, yaitu merasa menghadap kepada Allah. Kita tidak akan khusyuk, kalau jasad dan pikiran tidak menyatu dalam satu kondisi.
Sholat kita tidak khusyuk, ketika jasad sedang menghadap Allah tapi pikiran sedang tawar menawar HP baru di pusat pertokoan elektronik.
Nah, dengan definisi menyatukan jasad dan pikiran dalam suatu keadaan,
maka khusyuk menjadi selaras dengan sabar.
Demikian pula dalam aktivitas lain selain sholat, kita akan bisa bersabar ketika bisa khusyuk, yaitu mampu menyatukan jasad dan pikiran dalam suatu keadaan. Kebanyakan kita tidak bersabar, karena kita disibukkan memikirkan hal-hal diluar aktifitas yang kita lakukan saat itu.
Katakanlah kita sedang akan menghadiri undangan seorang teman.
Waktu sudah sangat mepet. Ternyata istri kita masih sibuk berdandan dan melakukan urusan yang menurut kita tidak penting dan mengakibatkan terjadi keterlambatan.
Dijamin kita tidak akan sabar, kalau pikiran dan jasad kita terpisah dalam dua tempat. Jasad kita masih di rumah, sedang pikiran kita sudah berada di acara teman kita. Pikiran kita sibuk membayangkan kekecewaan teman kita,
sibuk membayangkan bagaimana harus minta maaf dan lain sebagainya.
Akibatnya kita akan tertekan kemudian memaksa dan memarahi istri kita.
Berbeda kalau kita mau menarik kembali pikiran kita yang ada di acara teman kita itu. Dan sejenak menyatukan jasad dan fikiran di rumah. Menikmati proses menunggu istri yang sibuk berdandan. Kita mungkin akan menyalakan lagu kesayangan kita dan menikmatinya.
Kita mungkin akan ikut memberi saran baju apa yang pas dipakai istri.
Menyatukan fisik dan pikiran dalam satu tempat, membuat kita lebih bisa bersabar.
5. Sabar itu Menikmati Proses
Ada saatnya kita perlu menutup bayangan- bayangan hidup yang ingin kita raih dan memilih secara sadar untuk menikmati proses yang kita jalani.
Hiduplah untuk hari ini dan nikmatilah proses-proses yang Anda jalani.
Sekali lagi “ nikmatilah”. Menikmati proses akan membuat kita mencintai proses yang kita jalani.
Sedang mencintai proses tersebut, akan membuat kita berusaha mempersembahkan hasil yang terbaik.
Kadang ketakutan terhadap hasil akhir membuat kita tidak sabar menjalani hidup.
Kita menjadi tergesa-gesa, bingung mau memulai darimana, merasa terbebani, dan akhirnya tidak sabar.
Maka selesaikanlah setiap proses tahap demi tahap tanpa terbebani oleh hasil akhir. Lakukanlah proses itu dengan sungguh-sungguh dan perasaan menikmati.
Sebagaimana Allah firmankan dalam surat Alam Nasyrah
ayat ke 7,
 “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain ”. (QS. Alam Nasyrah: 7)
Bagaimana dengan hasil akhirnya. Adapun hasil akhir, diakhir Surat Alam Nasyrah tersebut, kita diberi tahu kemana seharusnya menyandarkan hasil akhir.
 “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Alam Nasyrah: 8)
Walau tidak mudah, kita pasti punya kemampuan untuk bersabar seperti yang telah dijelaskan diatas.
Dengan sabar itulah kita akan menghadapi kehidupan ini.
Wassalam
By sonny-manungaling.blogspot.com

Monday, July 18, 2016

SURAT YASSIN


Hasil gambar untuk surat yasin
Bismillahirrohmaanirrohiim
1.
.. ﻳﺲٓ
- Yaa Siiin
- Yaa siiin
2.
.. ﻭَﭐﻟْﻘُﺮْﺀَﺍﻥِ ﭐﻟْﺤَﻜِﻴﻢِ
- Wal Qur’ aanil hakiim
- Demi Al Qur’an yg penuh hikmah
3.
.. ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻤِﻦَ ﭐﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴﻦَ
- Innaka laminalmursaliin
- Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rosul-rosul
4.
.. ﻋَﻠَﻰٰ ﺻِﺮَٰﻁٍ ﻣُّﺴْﺘَﻘِﻴﻢٍ
- ‘Alaa shiroothimmustaqiim
- (yang berada) di atas jalan yang lurus
5.
.. ﺗَﻨﺰِﻳﻞَ ﭐﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﭐﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
- Tangziilal ‘aziizir rohiim
- (sebagai wahyu) yg diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang
6.
.. ﻟِﺘُﻨﺬِﺭَ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﻣَّﺎٓ ﺃُﻧﺬِﺭَ ﺀَﺍﺑَﺎٓﺅُﻫُﻢْ ﻓَﻬُﻢْ ﻏَٰﻔِﻠُﻮﻥَ
- Li tundziro qoumam ma undziro aabaauhum fahum ghoofiluun
- agar kmu memberi peringatan kepada kaum yang bapak bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
7.
.. ﻟَﻘَﺪْ ﺣَﻖَّ ﭐﻟْﻘَﻮْﻝُ ﻋَﻠَﻰٰٓ ﺃَﻛْﺜَﺮِﻫِﻢْ ﻓَﻬُﻢْ ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ
- Laqod haqqol qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun
- Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karna mereka tidak beriman.
8.
.. ﺇِﻧَّﺎ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻓِﻰٓ ﺃَﻋْﻨَٰﻘِﻬِﻢْ ﺃَﻏْﻠَٰﻠًﺎ ﻓَﻬِﻰَ ﺇِﻟَﻰ ﭐﻟْﺄَﺫْﻗَﺎﻥِ ﻓَﻬُﻢ ﻣُّﻘْﻤَﺤُﻮﻥَ
- Inna Ja ’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqooni fahumm muqmahuun
- Ssungguhnya Kami tlah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.
9.
.. ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻣِﻦۢ ﺑَﻴْﻦِ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﺳَﺪًّﺍ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻔِﻬِﻢْ ﺳَﺪًّﺍ ﻓَﺄَﻏْﺸَﻴْﻨَٰﻬُﻢْ ﻓَﻬُﻢْ ﻟَﺎ ﻳُﺒْﺼِﺮُﻭﻥَ
- Wa ja ‘alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun
- Dan Kami adakan di hadapan mreka dinding dan di blakang dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mreka shingga mreka tidak dapat melihat.
10.
.. ﻭَﺳَﻮَﺍٓﺀٌ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺀَﺃَﻧﺬَﺭْﺗَﻬُﻢْ ﺃَﻡْ ﻟَﻢْ ﺗُﻨﺬِﺭْﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ
- Wa sawaa un ‘alaihim a andzartahum amlam tundzirhum laa yu’minuun
- Sama saja bagi mreka apakah kmu memberi peringatan kepada mereka ataukah kmu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
11.
.. ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺗُﻨﺬِﺭُ ﻣَﻦِ ﭐﺗَّﺒَﻊَ ﭐﻟﺬِّﻛْﺮَ ﻭَﺧَﺸِﻰَ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦَ ﺑِﭑﻟْﻐَﻴْﺐِ ۖ ﻓَﺒَﺸِّﺮْﻩُ ﺑِﻤَﻐْﻔِﺮَﺓٍ ﻭَﺃَﺟْﺮٍ ﻛَﺮِﻳﻢٍ
- Innama tundziru manittaba adz dzikra wa khosyiyarrohmaana bil ghoibi fabassyirhu bi magfirotin wa ajrin kariim
- Ssungguhnya kmu hanya memberi peringatan kepada orang orang yg mau mengikuti peringatan dan yg takut kpada Tuhan Yg Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat nya. Maka beri lah mreka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yg mulia.
12.
.. ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻧُﺤْﻰِ ﭐﻟْﻤَﻮْﺗَﻰٰ ﻭَﻧَﻜْﺘُﺐُ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣُﻮﺍ۟ ﻭَﺀَﺍﺛَٰﺮَﻫُﻢْ ۚ ﻭَﻛُﻞَّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺃَﺣْﺼَﻴْﻨَٰﻪُ ﻓِﻰٓ ﺇِﻣَﺎﻡٍ ﻣُّﺒِﻴﻦٍ
- Innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qoddamuu wa aatsaarohum, wa kulla syai in ahsoinaahu fii imaamim mubiin
- Ssungguhnya Kami mnghidupkan orang orang mati dan Kami menuliskan apa yg telah mereka kerjakan dan bekas bekas yg mreka tinggalkan. Dan sgala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yg nyata (Lauh Mahfuzh).
13.
.. ﻭَﭐﺿْﺮِﺏْ ﻟَﻬُﻢ ﻣَّﺜَﻠًﺎ ﺃَﺻْﺤَٰﺐَ ﭐﻟْﻘَﺮْﻳَﺔِ ﺇِﺫْ ﺟَﺎٓﺀَﻫَﺎ ﭐﻟْﻤُﺮْﺳَﻠُﻮﻥَ
- Wadrib lahum matsalan ash haabal qoryati idz jaaa ahal mursaluun
- Dan buatlah bagi mreka suatu per umpamaan, yaitu penduduk suatu negeri (negara) ketika utusan utusan datang kpada mereka;
14.
.. ﺇِﺫْ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎٓ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢُ ﭐﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻓَﻜَﺬَّﺑُﻮﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﺰَّﺯْﻧَﺎ ﺑِﺜَﺎﻟِﺚٍ ﻓَﻘَﺎﻟُﻮٓﺍ۟ ﺇِﻧَّﺎٓ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢ ﻣُّﺮْﺳَﻠُﻮﻥَ
- Idz arsalnaa ilaihimutsnaini fa kadzabuuhumaa fa ‘azzaznaa bi tsaalitsin faqooluu innaa ilaikum mursaluun
- (yaitu) ktika Kami mengutus kpada mreka dua orang utusan, lalu mreka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yg ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Ssungguhnya kami adalah orang orang yang diutus kepadamu “.
15.
.. ﻗَﺎﻟُﻮﺍ۟ ﻣَﺎٓ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِّﺜْﻠُﻨَﺎ ﻭَﻣَﺎٓ ﺃَﻧﺰَﻝَ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦُ ﻣِﻦ ﺷَﻰْﺀٍ ﺇِﻥْ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﺗَﻜْﺬِﺑُﻮﻥَ
- Qooluu ma antum illaa basyarum mitslunaa wa maa andzalar rohmaanu min syai in in antum illaa takdzibuun
- Merreka mnjawab: ”Kammu tidak lain hanyalah manusia sperti kami dan Allah Yg Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.
16.
.. ﻗَﺎﻟُﻮﺍ۟ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺇِﻧَّﺎٓ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻟَﻤُﺮْﺳَﻠُﻮﻥَ
- Qooluu robbunaa ya’lamu innaaa ilaikum lamursaluun
- Merreka brkata: ”Tuhan kammi mngetahui bahwa ssungguhnya kami adalah orang yg diutus kepada kamu.
17.
.. ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎٓ ﺇِﻟَّﺎ ﭐﻟْﺒَﻠَٰﻎُ ﭐﻟْﻤُﺒِﻴﻦُ
- Wa maa ‘alaina illal balaqhul mubiin
- Dan kewajiban kmi tidak lain hanyalah mnyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.
18.
.. ﻗَﺎﻟُﻮٓﺍ۟ ﺇِﻧَّﺎ ﺗَﻄَﻴَّﺮْﻧَﺎ ﺑِﻜُﻢْ ۖ ﻟَﺌِﻦ ﻟَّﻢْ ﺗَﻨﺘَﻬُﻮﺍ۟ ﻟَﻨَﺮْﺟُﻤَﻨَّﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻴَﻤَﺴَّﻨَّﻜُﻢ ﻣِّﻨَّﺎ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ
- Qooluuu innaa tathoyyarnaa bikum, la illam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim
- Mreka men jawab: ”Ssungguhnya kami ber nasib malang karena kmu, ssungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yg pedih dari kami “.
19.
.. ﻗَﺎﻟُﻮﺍ۟ ﻃَٰٓﺌِﺮُﻛُﻢ ﻣَّﻌَﻜُﻢْ ۚ ﺃَﺋِﻦ ﺫُﻛِّﺮْﺗُﻢ ۚ ﺑَﻞْ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﻗَﻮْﻡٌ ﻣُّﺴْﺮِﻓُﻮﻥَ
- Qooluu thooo ’irukum ma ’akum, a in dzukkirtum, bal antum qoumum musrifuun
- Utusan utusan itu berkata: ”Kemalangan kamu itu adalah karena kmu sendiri. Apakah jika kmu diberi peringatan (kamu bernasib malang) ? Sbenarnya kmu adalah kaum yg melampaui batas “.
20.
.. ﻭَﺟَﺎٓﺀَ ﻣِﻦْ ﺃَﻗْﺼَﺎ ﭐﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺭَﺟُﻞٌ ﻳَﺴْﻌَﻰٰ ﻗَﺎﻝَ ﻳَٰﻘَﻮْﻡِ ﭐﺗَّﺒِﻌُﻮﺍ۟ ﭐﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴﻦَ
- Wa jaa a min aqshol madiinati rojuluy yas ‘aa qoola yaa qaumit tabi’ul mursaliin
- Dan datanglah dri ujung kota, seorang laki laki dengan bergegas gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utussan utusan itu.
Note: Anda juga dapat membaca
surat yasin latin pada blog ini.
21.
.. ﭐﺗَّﺒِﻌُﻮﺍ۟ ﻣَﻦ ﻟَّﺎ ﻳَﺴْـَٔﻠُﻜُﻢْ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻭَﻫُﻢ ﻣُّﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ
- Ittabi ’uu man laa yas alukum ajrow wa hum muhtaduun
- ikutilah orrang yg tiada minta balasan kepadamu, dan mreka adalah orang orang yg mendapat petunjuk.
22.
.. ﻭَﻣَﺎ ﻟِﻰَ ﻟَﺎٓ ﺃَﻋْﺒُﺪُ ﭐﻟَّﺬِﻯ ﻓَﻄَﺮَﻧِﻰ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ
- Wa maa liya laa a ’budulladzii fathoronii wa ilaihi turja’uun
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yg telah menciptakan dan yg hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan ?
23.
.. ﺀَﺃَﺗَّﺨِﺬُ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻧِﻪِۦٓ ﺀَﺍﻟِﻬَﺔً ﺇِﻥ ﻳُﺮِﺩْﻥِ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦُ ﺑِﻀُﺮٍّ ﻟَّﺎ ﺗُﻐْﻦِ ﻋَﻨِّﻰ ﺷَﻔَٰﻌَﺘُﻬُﻢْ ﺷَﻴْـًٔﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻨﻘِﺬُﻭﻥِ
- A attakhidzu min duunihii aalihatan in yuridnirrohmaanu bidurril laa tughnii ‘annii syafaa‘atuhum syai aw wa laa yunqidzun
- Mngapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yg Maha Pemurah menghendaki kemadhorotan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku ?
24.
.. ﺇِﻧِّﻰٓ ﺇِﺫًﺍ ﻟَّﻔِﻰ ﺿَﻠَٰﻞٍ ﻣُّﺒِﻴﻦٍ
- Innii idzal lafii dlolaalim mubiin
- Ssungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yg nyata.
25.
.. ﺇِﻧِّﻰٓ ﺀَﺍﻣَﻨﺖُ ﺑِﺮَﺑِّﻜُﻢْ ﻓَﭑﺳْﻤَﻌُﻮﻥِ
- Innii aamantu birobbikum fasma’uun
- Ssungguhnya aku telah beriman kpada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.
26.
.. ﻗِﻴﻞَ ﭐﺩْﺧُﻞِ ﭐﻟْﺠَﻨَّﺔَ ۖ ﻗَﺎﻝَ ﻳَٰﻠَﻴْﺖَ ﻗَﻮْﻣِﻰ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
- Qiilad khulil jannata, qoola yaa laita qoumii ya’lamuun
- Dikatakan (kpadanya): “Masuklah ke syurga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaum ku mengetahui,
27.
.. ﺑِﻤَﺎ ﻏَﻔَﺮَ ﻟِﻰ ﺭَﺑِّﻰ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻨِﻰ ﻣِﻦَ ﭐﻟْﻤُﻜْﺮَﻣِﻴﻦَ
- Bimaa ghofarolii robbii wa ja ‘alnii minal mukromiin
- apa yg menyebabkan Tuhanku mmberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang orang yang dimuliakan”.
28.
.. ﻭَﻣَﺎٓ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰٰ ﻗَﻮْﻣِﻪِۦ ﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِﻩِۦ ﻣِﻦ ﺟُﻨﺪٍ ﻣِّﻦَ ﭐﻟﺴَّﻤَﺎٓﺀِ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﻨﺰِﻟِﻴﻦَ
- Wa maa andzalnaa ‘alaa qoumihii min ba ’dihii min jundim minas samaaa-i wa maa kunnaa munziliin
- Dan Kmi tidak menurunkan kpada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
29.
.. ﺇِﻥ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺇِﻟَّﺎ ﺻَﻴْﺤَﺔً ﻭَٰﺣِﺪَﺓً ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﺧَٰﻤِﺪُﻭﻥَ
- In kaanat illaa shoihataw waahidatan faidzaa hum khoomiduun
- Tidak ada siksaan atas mreka melainkan satu teriakan saja, maka tiba tiba mreka semuanya mati.
30.
.. ﻳَٰﺤَﺴْﺮَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ ۚ ﻣَﺎ ﻳَﺄْﺗِﻴﻬِﻢ ﻣِّﻦ ﺭَّﺳُﻮﻝٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ۟ ﺑِﻪِۦ ﻳَﺴْﺘَﻬْﺰِﺀُﻭﻥَ
- Yaa hasrotan ‘alal 'ibaadi ma ya’tiihim mir rosuulin illa kaanuu bihii yastahzi uun
- Alangkah besarnya penyesalan trhadap hamba hamba itu, tiada datang seorang rosul pun kepada mreka melainkan mreka selalu memperolok olokkannya.
31.
.. ﺃَﻟَﻢْ ﻳَﺮَﻭْﺍ۟ ﻛَﻢْ ﺃَﻫْﻠَﻜْﻨَﺎ ﻗَﺒْﻠَﻬُﻢ ﻣِّﻦَ ﭐﻟْﻘُﺮُﻭﻥِ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ
- Alam yarou kam ahlaknaa qoblahumminal quruuni annahum ilaihim la yarji ’uun
Tidakkah mreka mengetahui brapa banyak nya umat umat sebelum mereka yg telah Kami binasakan, bahwasanya orang orang (yg telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.
32.
.. ﻭَﺇِﻥ ﻛُﻞٌّ ﻟَّﻤَّﺎ ﺟَﻤِﻴﻊٌ ﻟَّﺪَﻳْﻨَﺎ ﻣُﺤْﻀَﺮُﻭﻥَ
- Wa in kullul lammaa jamii ’ul ladainaa mukhdloruun
- Dan stiap mereka smuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
33.
.. ﻭَﺀَﺍﻳَﺔٌ ﻟَّﻬُﻢُ ﭐﻟْﺄَﺭْﺽُ ﭐﻟْﻤَﻴْﺘَﺔُ ﺃَﺣْﻴَﻴْﻨَٰﻬَﺎ ﻭَﺃَﺧْﺮَﺟْﻨَﺎ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺣَﺒًّﺎ ﻓَﻤِﻨْﻪُ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ
- Wa aayatul lahumul ardlul maitatu, ahyainaahaa wa akhrojnaa habban faminhu ya ’kuluun
- Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mreka adalah bumi yg mati. Kammi hidupkan bumi itu dan Kami keluar kan dari padanya biji bijian, maka ddari padanya mreka makan.
34.
.. ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺟَﻨَّٰﺖٍ ﻣِّﻦ ﻧَّﺨِﻴﻞٍ ﻭَﺃَﻋْﻨَٰﺐٍ ﻭَﻓَﺠَّﺮْﻧَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﭐﻟْﻌُﻴُﻮﻥِ
- Waja ‘alna fiiha jannaatim min nakhiilin wa a ’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ’uyuun
- Dan Kammi jadikan padanya kebun kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air
35.
.. ﻟِﻴَﺄْﻛُﻠُﻮﺍ۟ ﻣِﻦ ﺛَﻤَﺮِﻩِۦ ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠَﺘْﻪُ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ۖ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﻳَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ
- Liya kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yaskuruun
- supaya mreka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yg diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?
36.
.. ﺳُﺒْﺤَٰﻦَ ﭐﻟَّﺬِﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﭐﻟْﺄَﺯْﻭَٰﺝَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ ﻣِﻤَّﺎ ﺗُﻨۢﺒِﺖُ ﭐﻟْﺄَﺭْﺽُ ﻭَﻣِﻦْ ﺃَﻧﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
- Subbhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardlu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun
- Maha Suci Tuhan yg tlah mmenciptakan pasangan pasangan smuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yg tidak mereka ketahui.
37.
.. ﻭَﺀَﺍﻳَﺔٌ ﻟَّﻬُﻢُ ﭐﻟَّﻴْﻞُ ﻧَﺴْﻠَﺦُ ﻣِﻨْﻪُ ﭐﻟﻨَّﻬَﺎﺭَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢ ﻣُّﻈْﻠِﻤُﻮﻥَ
- Wa aayatullahumul lailu naslakhu minhun nahaaro faidzaa hum mudhlimuun
- Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mreka brada dalam kegelapan,
38.
.. ﻭَﭐﻟﺸَّﻤْﺲُ ﺗَﺠْﺮِﻯ ﻟِﻤُﺴْﺘَﻘَﺮٍّ ﻟَّﻬَﺎ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺗَﻘْﺪِﻳﺮُ ﭐﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﭐﻟْﻌَﻠِﻴﻢِ
- Wassyamsu tajrii limustaqorril lahaa dzaalika taqdiirul aziizil ‘aliim
- dan matahari berjalan ditempat perredarannya. Demikian ketetapan Yg Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
39.
.. ﻭَﭐﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻗَﺪَّﺭْﻧَٰﻪُ ﻣَﻨَﺎﺯِﻝَ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻋَﺎﺩَ ﻛَﭑﻟْﻌُﺮْﺟُﻮﻥِ ﭐﻟْﻘَﺪِﻳﻢِ
- Walqomara qoddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal ’urjunil qodiim
- Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manziilah manziilah, shingga (stelah dia sampai ke manzilah yg terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yg tua.
40.
.. ﻟَﺎ ﭐﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻳَﻨۢﺒَﻐِﻰ ﻟَﻬَﺎٓ ﺃَﻥ ﺗُﺪْﺭِﻙَ ﭐﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻭَﻟَﺎ ﭐﻟَّﻴْﻞُ ﺳَﺎﺑِﻖُ ﭐﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ۚ ﻭَﻛُﻞٌّ ﻓِﻰ ﻓَﻠَﻚٍ ﻳَﺴْﺒَﺤُﻮﻥَ
- Lassyamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qomara wa lallailu saabiqunnahaari wa kullun fii falakin yasbahuun
- Tidaklah mungkin bagi matahari mndapatkan bulan dan malam pun tidak dapat menndahului siang. Dan masing masing beredar pada garis edarnya..
41.
.. ﻭَﺀَﺍﻳَﺔٌ ﻟَّﻬُﻢْ ﺃَﻧَّﺎ ﺣَﻤَﻠْﻨَﺎ ﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﭐﻟْﻔُﻠْﻚِ ﭐﻟْﻤَﺸْﺤُﻮﻥِ
- Wa aayatullahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun
- Dan suatu tanda (kebesaran Allah yg besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mreka dalam bahtera yg penuh muatan,
42.
.. ﻭَﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﻟَﻬُﻢ ﻣِّﻦ ﻣِّﺜْﻠِﻪِۦ ﻣَﺎ ﻳَﺮْﻛَﺒُﻮﻥَ
- Wa kholaqnaa lahummim mitslihii maa yarkabuun
- dan Kami ciptakan untuk merreka yg akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
43.
.. ﻭَﺇِﻥ ﻧَّﺸَﺄْ ﻧُﻐْﺮِﻗْﻬُﻢْ ﻓَﻠَﺎ ﺻَﺮِﻳﺦَ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻫُﻢْ ﻳُﻨﻘَﺬُﻭﻥَ
- Wa in nasya’ nugriqhum falaa shoriikho lahum wa laa hum yunqodzuun
- Dan jika Kami mnghendaki niscaya Kami tenggelamkan mreka, maka tiadalah bagi mreka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44.
.. ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻣِّﻨَّﺎ ﻭَﻣَﺘَٰﻌًﺎ ﺇِﻟَﻰٰ ﺣِﻴﻦٍ
- Illa rohmatam minna wa mataa ’an ilaahiin
- Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yg besar dari Kami dan untuk mmberikan kesenangan hidup sampai kpada suatu ketika.
45.
.. ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻬُﻢُ ﭐﺗَّﻘُﻮﺍ۟ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳﻜُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ
- Wa idzaa qiilla lahumut taqu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la ’alakum turhamuun
- Dan apabila dikatakaan kpada merreka: Takutlah kmu akan siksa yg dihadapanmu dan siksa yg akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).
46.
.. ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺄْﺗِﻴﻬِﻢ ﻣِّﻦْ ﺀَﺍﻳَﺔٍ ﻣِّﻦْ ﺀَﺍﻳَٰﺖِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ۟ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻣُﻌْﺮِﺿِﻴﻦَ
- Wa maa ta tiihim min ayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridliin
- Dan sekali kali tiada datang kpada mreka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mreka slalu berpaling daripadanya.
47.
.. ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻧﻔِﻘُﻮﺍ۟ ﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗَﻜُﻢُ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ۟ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮٓﺍ۟ ﺃَﻧُﻄْﻌِﻢُ ﻣَﻦ ﻟَّﻮْ ﻳَﺸَﺎٓﺀُ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻃْﻌَﻤَﻪُۥٓ ﺇِﻥْ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻓِﻰ ﺿَﻠَٰﻞٍ ﻣُّﺒِﻴﻦ
- Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu, qoolalladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau yasaa ullahu ath ’amahuu, in an tum illaa fii dlolaalim mubiin
- Dan apabila dikatakan kpada merreka: Naffkahkan lah sebahagian dari rezeki yg diberikan Allah kepadamu”, maka orang orang yg kafir itu berkata kpada orang orang yg beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang orang yg jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kmu melainkan dalam kesesatan yg nyata”.
48.
.. ﻭَﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣَﺘَﻰٰ ﻫَٰﺬَﺍ ﭐﻟْﻮَﻋْﺪُ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺻَٰﺪِﻗِﻴﻦَ
- Wa yaquluuna mataa haadzal wa’ du in kuntum shoodiqiin
- Dan mreka brkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang orang yg benar ?”
49.
.. ﻣَﺎ ﻳَﻨﻈُﺮُﻭﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﺻَﻴْﺤَﺔً ﻭَٰﺣِﺪَﺓً ﺗَﺄْﺧُﺬُﻫُﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺨِﺼِّﻤُﻮﻥَ
- Maa yandhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta ’khuzuhum wahum yakhishimuun
Mreka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yg akan membinasakan mereka ketika mreka sedang bertengkar.
50.
.. ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﺗَﻮْﺻِﻴَﺔً ﻭَﻟَﺎٓ ﺇِﻟَﻰٰٓ ﺃَﻫْﻠِﻬِﻢْ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ
- Falaa yastathi ’uuna taushiyatan wa laaa ilaa ahlihim yarji’uun
- Lalu mreka tidak kuasa mmbuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kmbali kpada keluarganya.
51.
... ﻭَﻧُﻔِﺦَ ﻓِﻰ ﭐﻟﺼُّﻮﺭِ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢ ﻣِّﻦَ ﭐﻟْﺄَﺟْﺪَﺍﺙِ ﺇِﻟَﻰٰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﻨﺴِﻠُﻮﻥَ
- Wa nufikho fishuuri fa idzaa hum minal ajdaasi ilaa robbihim yansiluun
- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba tiba mreka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kpada Tuhan mereka.
52.
.. ﻗَﺎﻟُﻮﺍ۟ ﻳَٰﻮَﻳْﻠَﻨَﺎ ﻣَﻦۢ ﺑَﻌَﺜَﻨَﺎ ﻣِﻦ ﻣَّﺮْﻗَﺪِﻧَﺎ ۜ ۗ ﻫَٰﺬَﺍ ﻣَﺎ ﻭَﻋَﺪَ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦُ ﻭَﺻَﺪَﻕَ ﭐﻟْﻤُﺮْﺳَﻠُﻮﻥَ
- Qooluu yaa wailanaa man ba ’atsanaa min marqodinaa, haadza maa wa ’adarrohmaanu wa shadaqol mursaluun
- Merreka berkata: 'Aduhai celakalah kami ? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?' Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).
53.
.. ﺇِﻥ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺇِﻟَّﺎ ﺻَﻴْﺤَﺔً ﻭَٰﺣِﺪَﺓً ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻊٌ ﻟَّﺪَﻳْﻨَﺎ ﻣُﺤْﻀَﺮُﻭﻥَ
- In kaanat illaa soihatawwaahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdloruun
- Tidak adalah terriakan itu selain skali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
54.
.. ﻓَﭑﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﺗُﻈْﻠَﻢُ ﻧَﻔْﺲٌ ﺷَﻴْـًٔﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺠْﺰَﻭْﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
- Falyauma laa tudzlamu nafsun syai aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’ maluun
- Maka pada hari itu sesseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
55.
.. ﺇِﻥَّ ﺃَﺻْﺤَٰﺐَ ﭐﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﭐﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻓِﻰ ﺷُﻐُﻞٍ ﻓَٰﻜِﻬُﻮﻥَ
- Inna ash haabal jannatil yauma fii syugulin faakihuun
- Ssungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang senang dalam kesibukan (mereka).
56.
.. ﻫُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَٰﺟُﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﻇِﻠَٰﻞٍ ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟْﺄَﺭَﺍٓﺋِﻚِ ﻣُﺘَّﻜِـُٔﻮﻥَ
- Hum wa azwaajuhum fii dhilaalin ‘alal aroo iki muttaki uun
- Mreka dan istri istri mreka brada dalam tmpat yg teduh, bertelekan di atas dipan dipan.
57.
.. ﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَٰﻜِﻬَﺔٌ ﻭَﻟَﻬُﻢ ﻣَّﺎ ﻳَﺪَّﻋُﻮﻥَ
- Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda ’uun
- Di surga itu mreka memperoleh buah buahan dan memperoleh apa yg mereka minta.
58.
.. ﺳَﻠَٰﻢٌ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻣِّﻦ ﺭَّﺏٍّ ﺭَّﺣِﻴﻢٍ
- Salaamun qoulam mir robbir rohiim
- (Kpada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan slamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
59.
.. ﻭَﭐﻣْﺘَٰﺰُﻭﺍ۟ ﭐﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﭐﻟْﻤُﺠْﺮِﻣُﻮﻥَ
- Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuuun
- Dan (dikatakan kpada orang orang kafir): 'Brpisahlah kamu (dari orang orang mukmin) pada hari ini, hai orang orang yg berbuat jahat.'
60.
.. ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻬَﺪْ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻳَٰﺒَﻨِﻰٓ ﺀَﺍﺩَﻡَ ﺃَﻥ ﻟَّﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ۟ ﭐﻟﺸَّﻴْﻄَٰﻦَ ۖ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ
- Alam a’ had ilaikum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaithoona, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin
- Bukankah Aku telah memerintahkan kpadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak mnyembah setan ? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”
61.
.. ﻭَﺃَﻥِ ﭐﻋْﺒُﺪُﻭﻧِﻰ ۚ ﻫَٰﺬَﺍ ﺻِﺮَٰﻁٌ ﻣُّﺴْﺘَﻘِﻴﻢٌ
- Wa ani’ buudunii, haadzaa shiroothum mustaqiim
- Dan hendaklah kammu menyembah Ku. Inilah jalan yg luurus.
62.
.. ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺿَﻞَّ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﺟِﺒِﻠًّﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ۖ ﺃَﻓَﻠَﻢْ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ۟ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ
- Wa laqd adlolla minkum jibilan katsiron, afalam takuunuu ta ’qiluun
Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kaamu tidak memikirkan?
63.
.. ﻫَٰﺬِﻩِۦ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ ﭐﻟَّﺘِﻰ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ
- Haadzihii jahannamul lati kuntum tuu ’aduun
- Inilah Jahannam yg dahulu kamu di ancam (dengannya).
64.
.. ﭐﺻْﻠَﻮْﻫَﺎ ﭐﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥَ
- Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruuun
- Masuklah ke dlamnya pada hari ini di sebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
65.
.. ﭐﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻧَﺨْﺘِﻢُ ﻋَﻠَﻰٰٓ ﺃَﻓْﻮَٰﻫِﻬِﻢْ ﻭَﺗُﻜَﻠِّﻤُﻨَﺎٓ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﺗَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﺭْﺟُﻠُﻬُﻢ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ۟ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ
- Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun
- Pada hari ini Kami tutup mulut mreka, dan berkatalah kepada Kami tangan mreka dan mmberi kesaksianlah kaki mreka terhadap apa yg dahulu mreka usahakan.
66.
.. ﻭَﻟَﻮْ ﻧَﺸَﺎٓﺀُ ﻟَﻄَﻤَﺴْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰٰٓ ﺃَﻋْﻴُﻨِﻬِﻢْ ﻓَﭑﺳْﺘَﺒَﻘُﻮﺍ۟ ﭐﻟﺼِّﺮَٰﻁَ ﻓَﺄَﻧَّﻰٰ ﻳُﺒْﺼِﺮُﻭﻥَ
- Walau nasyaaa u lathomasnaa ‘alaa a’ yunihim fastabaqush-shiroota fa annaa yubshiruun
- Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mncari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).
67.
.. ﻭَﻟَﻮْ ﻧَﺸَﺎٓﺀُ ﻟَﻤَﺴَﺨْﻨَٰﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﻜَﺎﻧَﺘِﻬِﻢْ ﻓَﻤَﺎ ﭐﺳْﺘَﻄَٰﻌُﻮﺍ۟ ﻣُﻀِﻴًّﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ
- Walau nasyaaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathoo’uu muddiyyaw walaa yarji’uun
- Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
68.
.. ﻭَﻣَﻦ ﻧُّﻌَﻤِّﺮْﻩُ ﻧُﻨَﻜِّﺴْﻪُ ﻓِﻰ ﭐﻟْﺨَﻠْﻖِ ۖ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ
- Wa man nu ’ammirhu nunakkishu filkholqi afala ya’qiluun
- Dan barangsiapa yg Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kpada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan ?
69.
.. ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﻨَٰﻪُ ﭐﻟﺸِّﻌْﺮَ ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨۢﺒَﻐِﻰ ﻟَﻪُۥٓ ۚ ﺇِﻥْ ﻫُﻮَ ﺇِﻟَّﺎ ﺫِﻛْﺮٌ ﻭَﻗُﺮْﺀَﺍﻥٌ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ
- Wa maa ‘allamnahussyi ’ro wa maa yanbaghi lahu, in huwa illa dzikruw wa Qur’aanum mubiin
- Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan ber syair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yg memberi penerangan,
70.
... ﻟِّﻴُﻨﺬِﺭَ ﻣَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻴًّﺎ ﻭَﻳَﺤِﻖَّ ﭐﻟْﻘَﻮْﻝُ ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟْﻜَٰﻔِﺮِﻳﻦَ
- Liyundziro man kaana hayyaw wa yahiqqol qoulu ‘alal kaafiriin
- supaya dia (Muhammad) mmberi pringatan kpada orang orang yg hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) trhadap orang orang kafir.
71.
.. ﺃَﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺮَﻭْﺍ۟ ﺃَﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﻟَﻬُﻢ ﻣِّﻤَّﺎ ﻋَﻤِﻠَﺖْ ﺃَﻳْﺪِﻳﻨَﺎٓ ﺃَﻧْﻌَٰﻤًﺎ ﻓَﻬُﻢْ ﻟَﻬَﺎ ﻣَٰﻠِﻜُﻮﻥَ
- Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an ’aaman fahum lahaa maalikuun
- Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yg telah Kami ciptakan dengan kkuasaan Kami sndiri, lalu mreka menguasainya ?
72.
.. ﻭَﺫَﻟَّﻠْﻨَٰﻬَﺎ ﻟَﻬُﻢْ ﻓَﻤِﻨْﻬَﺎ ﺭَﻛُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﻣِﻨْﻬَﺎ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ
- Wadzollalnaaha lahum faminhaa rokuubuhum wa minha ya kuluun
- Dan Kami tundukkkan binatang binatang itu untuk mereka, maka sebahagiannya mnjadi tunggangan mreka dan sebahagiannya mereka makan.
73.
.. ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﻨَٰﻔِﻊُ ﻭَﻣَﺸَﺎﺭِﺏُ ۖ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﻳَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ
- Walahum fiihaa manaafi ’u wa masyaaribu afala yasykuruun
- Dan mreka mmperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?
74.
.. ﻭَﭐﺗَّﺨَﺬُﻭﺍ۟ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﺀَﺍﻟِﻬَﺔً ﻟَّﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳُﻨﺼَﺮُﻭﻥَ
- Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la ’allahum yunsoruun
- Mereka mngambil sembahan sembahan slain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.
75.
.. ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﻧَﺼْﺮَﻫُﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﻬُﻢْ ﺟُﻨﺪٌ ﻣُّﺤْﻀَﺮُﻭﻥَ
- Laa yastathii ’uuna nasrohum wahum lahum jundum muhdloruun
- Berhala berhala itu tiada dapat mnolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yg disiapkan untuk mnjaga mereka.
76.
.. ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺤْﺰُﻧﻚَ ﻗَﻮْﻟُﻬُﻢْ ۘ ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﻳُﺴِﺮُّﻭﻥَ ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻌْﻠِﻨُﻮﻥَ
- Falaa yakhzunka qouluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun
- Maka janganlah ucapan mereka mnyedihkan kamu. Ssungguhnya Kami mengetahui apa yg mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
77.
.. ﺃَﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺮَ ﭐﻟْﺈِﻧﺴَٰﻦُ ﺃَﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَٰﻪُ ﻣِﻦ ﻧُّﻄْﻔَﺔٍ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻮَ ﺧَﺼِﻴﻢٌ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ
- Awalamm yarol insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa idzaa huwa khosiimum mubiin
- Dan apakah manusiaa tidak memperhatikan bahwa Kami mnciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.
78.
.. ﻭَﺿَﺮَﺏَ ﻟَﻨَﺎ ﻣَﺜَﻠًﺎ ﻭَﻧَﺴِﻰَ ﺧَﻠْﻘَﻪُۥ ۖ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦ ﻳُﺤْﻰِ ﭐﻟْﻌِﻈَٰﻢَ ﻭَﻫِﻰَ ﺭَﻣِﻴﻢٌ
- Wa dloraba lanaa matsalaw wanasiya kholqohu, qoola may yuhyil ‘idhooma wa hiya romiim
- Dan dia mmbuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannnya, ia berkata: 'Siapakah yg dapat mnghidupkan tulang belulang, yg telah hancur luluh ?'
79.
.. ﻗُﻞْ ﻳُﺤْﻴِﻴﻬَﺎ ﭐﻟَّﺬِﻯٓ ﺃَﻧﺸَﺄَﻫَﺎٓ ﺃَﻭَّﻝَ ﻣَﺮَّﺓٍ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻠْﻖٍ ﻋَﻠِﻴﻢٌ
- Qul yuhyiihal ladzii ansyaaa-ahaaa awwala marrotiw wa huwa bikulli kholqin ‘aliim
- Katakanlah: 'Ia akan dihiidupkan oleh Tuhan yg menciptakannya kali yg pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
80.
.. ﭐﻟَّﺬِﻯ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ﭐﻟﺸَّﺠَﺮِ ﭐﻟْﺄَﺧْﻀَﺮِ ﻧَﺎﺭًﺍ ﻓَﺈِﺫَﺍٓ ﺃَﻧﺘُﻢ ﻣِّﻨْﻪُ ﺗُﻮﻗِﺪُﻭﻥَ
- Alladzii ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlori naaron fa idzaa antum minhu tuuqiduun
- Yaitu Tuhan yg mnjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”
81.
.. ﺃَﻭَﻟَﻴْﺲَ ﭐﻟَّﺬِﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﭐﻟﺴَّﻤَٰﻮَٰﺕِ ﻭَﭐﻟْﺄَﺭْﺽَ ﺑِﻘَٰﺪِﺭٍ ﻋَﻠَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﻳَﺨْﻠُﻖَ ﻣِﺜْﻠَﻬُﻢ ۚ ﺑَﻠَﻰٰ ﻭَﻫُﻮَ ﭐﻟْﺨَﻠَّٰﻖُ ﭐﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ
- Awalaisal ladzii kholaqos samaawaati wal-ardlo biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaqul ‘alim
- Dan tidakkah Tuhan yg mnciptakan langit dan bumi itu brkuasa menciptakan yg serupa dngan itu ? Benaar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
82.
.. ﺇِﻧَّﻤَﺎٓ ﺃَﻣْﺮُﻩُۥٓ ﺇِﺫَﺍٓ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺷَﻴْـًٔﺎ ﺃَﻥ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻟَﻪُۥ ﻛُﻦ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ
- Innamaaa amruhuu idzaa arooda syai-an ayyayaquula lahuu kun fa yakun
- Ssungguhnya keadaan-Nya apabila Dia mnghendaki sesuatu hanyalah brkata kepadanya: “Jadilah!” Maka trjadilah ia.
83.
.. ﻓَﺴُﺒْﺤَٰﻦَ ﭐﻟَّﺬِﻯ ﺑِﻴَﺪِﻩِۦ ﻣَﻠَﻜُﻮﺕُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ
- Fasubhaanallladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun
- Maka Maha Suci (Allah) yg di tangan-Nya kekuasaan atas sgala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dkembalikan.
...TAMAT...

Wednesday, September 12, 2012

KHASIAT AL FATIHAH .


KHASIAT AL FATIHAH



1.Bila menginginkan banyak rizki,maka bacalah sebanyak 41 kali sesudah shalat malam dengan istiqomah.insya Allah akan di bukakan pintu rizki dan di mudahkan segala urusan.
2.Berkata Syaikh Muhyiddin Al Arobi :
Bila menginginkan di kabulkan doanya,maka bacalah 40 kali di antara shalat maghrib dan isya,kemudian bacalah doa ini :
“ILAHI ‘ILMUKA KAFIN ‘AN SU-ALI.IKFINI BI HAQQIL FATIHAH,SU-AALAN WA KAROMUKA KAFIN ‘AN MAQOLI.AKRIMNI BI HAQQIL FATIHAH,MAQOLAN WA HASH-SHIL MA FI DHOMIRI”
3.Bila ingin mempunyai ilmu dan hikmah serta fikiran yg bersih,maka bacalah setiap hari 70 kali selama satu minggu.kemudian tiupkan ke dalam satu gelas air.lalu minumlah air tersebut.
4.Bila ingin mengobati sakit mata dan sakit gigi,maka bacalah 41 kali sesudah shalat sunnah shubuh.insya Allah sembuh.
5.Bila di baca sesudah shalat lima waktu sebanyak 100 kali,maka segala permohonan akan di kabulkan oleh Allah dalam waktu yg singkat.
6.Bila di baca sesudah shalat shubuh 125 kali,maka apa-apa yg di inginkan,insya Allah akan lekas tercapai.
7.Bila ingin banyak rizki atau agar memiliki akhlak yg terpuji atau agar di mudahkan urusannya dan di jauhkan dari kesusahan atau ingin berwibawa dan di hormati orang,maka bacalah 20 kali sesudah shalat lima waktu secara istiqomah.
8.Bila kena musibah,misalnya di pecat dari pekerjaan,bacalah 41 kali sesudah shalat sunnah shubuh atau sebelum shalat shubuh selama 40 hari,maka dengan izin Allah akan di panggil lagi atau di ganti oleh Allah dengan pekerjaan yg lebih baik.
9.Untuk menyembuhkan segala penyakit,bacalah sebanyak 40 kali lalu tiupkan ke dalam wadah yg berisi air.kemudian airnya di gunakan untuk mencuci kedua tangan dan kaki.begitu juga wajah,kepala dan seluruh badannya.insya Allah akan sembuh.
10.Untuk kecerdasan dan kuat hafalan,maka bacalah sebanyak 70 kali,kemudian di hembuskan ke dalam segelas air lalu airnya di minum.lakukan cara seperti itu selama 7 hari berturut-turut.insya Allah akan di anugerahi ilmu dan hikmah,hatinya di sucikan dari fikiran yg merusak,otaknya menjadi cerdas dan mudah menghafal serta tidak mudah lupa.
11.Untuk menolak segala keburukan dan kejahatan,maka berpuasalah selama 3,5 atau 7 hari dan tidak memakan barang yg bernyawa atau yg keluar darinya.selama puasa membaca al fatihah sebanyak 125 atau 313 kali.
12.Untuk penawar sengatan kala atau gigitan ular yg berbisa.ambil segelas air yg di bubuhi sedikit garam,lalu di hembuskan ke gelas yg berisi air tadi.setelah itu di minumkan kepada orang yg terkena sengatan kala atau gigitan ular itu.insya Allah akan sembuh.
13.Untuk melepas belenggu,maka bacalah sebanyak 121 kali.setiap 20 kali bacaan ludahilah tali pengikat tersebut.insya Allah akan terlepas dengan izin Allah.
14.Untuk menawar rasa lapar dan dahaga,maka di anjurkan membacanya di waktu pagi satu kali.kemudian di tiupkan pada telapak tangan,lalu di usapkan ke wajah dan perutnya.insya Allah,akan memberikan daya tahan kepadanya dari rasa lapar dan dahaga.


                                                                                              By Sonny Angkoso

ORANG BODOH MENURUT PANDANGAN ISLAM .


Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS al-A'raf: 199)

“Tiada kekayaan seperti akal, tiada kefakiran seperti kebodohan, tiada warisan seperti adab sopan santun, dan tiada penolong seperti musyawarah”.
[Nahjul-Balaghah, hikmah ke-54]

Kebodohan dalam pandangan Rasulullah SAW
Sam’un bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai tanda-tanda orang jahil (bodoh). Beliau Saw bersabda:
-Kalau kita berkawan dengan dia (orang bodoh), dia selalu merepotkan kita
-Kalau kita meninggalkan dia (orang bodoh), dia akan mencela kita
-Kalau dia (orang bodoh), memberikan sesuatu kepada kita, pasti ada maunya (keinginan)
-Kalau kita memberi sesuatu kepada dia (orang bodoh), maka dia suka cepat lupa
-Kalau kita menyampaikan rahasia kepada dia (orang bodoh), maka dia berkhianat
-Kalau kita merahasiakan sesuatu dari dia (orang bodoh), maka dia akan marah (menyerang) kepada kita
-Ia tidak pernah melihat kebaikan orang lain
-Kalau dia (orang bodoh) punya kebutuhan, dia lupa terhdap kenikmatan-kenikmatan Allah Swt
-Kalau dia (orang bodoh) sedang gembira, dia berlebihan (lupa daratan)
-Kalau dia (orang bodoh) sedang sedih, dia putus asa
-Kalau dia (orang bodoh) sudah tertawa, maka tertawanya berlebihan
-Kalau dia (orang bodoh) sudah menangis, maka tangisannya menjadi musibah (mengganggu) yang lain
-Orang ini (orang bodoh) tidak pernah cinta kepada Allah, dan tidak pernah berusaha untuk ber-taqarrub (dekat) dengan-Nya.
-Dia (orang bodoh) tidak malu dan tidak ingat (lalai) kepada pencipta-Nya.
-Kalau kita melakukan sesuatu kepada dia (orang bodoh), dan dia merasa rela (ridha), maka dia akan memuji kita secara berlebihan. Bahkan sampai menyebutkan berbagai kebaikan yang tidak ada pada kita, dan
Kalau dia (orang bodoh) sedang kesal (emosi), maka dia akan mencaci dengan berlebihan, bahkan sampai menyebutkan berbagai kejelekan yang tidak ada pada kita.

Kebodohan dalam Pandangan Ali bin Abi Tholib karomallahu wajhah
-Kamu tidak melihat orang bodoh kecuali dia cenderung ifrath (melampaui batas) atau tafrith (lalai)
-Banyak orang alim dibunuh oleh kebodohannya sendiri dan ilmunya tidak bermanfaat baginya

sahabat Ali kw. ditanya "Terangkan kepada kami sifat orang bijak" Beliau menjawab: "Dia adalah orang yang meletakkan sesuatu pada tempatnya";

kemudian beliau ditanya lagi "Jelaskan kepada kami sifat orang bodoh" sahabat Ali kw. Menjawab: "Sudah aku jelaskan (yakni orang yang meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya),

Barang siapa yang berdiri (menentang) kebenaran niscaya akan binasa.

Kebodohan dalam pandangan Muhammad Baqir
Suatu ketika Muhammad Baqir ibn Ali ibn Husain ibn Ali bin Abi Thalib ra. berniat untuk bepergian. Tiba-tiba ayah beliau Imam Ali As-Sajjad ra. masuk ke rumah. Salah satu yang diucapkan beliau adalah, “Wahai anakku, hindarilah bersahabat dan bergaul dengan orang bodoh; jauhi dan hindari berbicara dengannya.”

Beliau menjelaskan tanda-tanda kebodohan serta sempitnya pemikiran dan pandangannya. Beliau berkata:
-Apabila berbicara, kebodohannya mempermalukannya
-Apabila berdiam diri, celanya tertutupi
-Apabila berbuat (sesuatu), (ia) merusak
-Apabila diminta untuk menjaga (sesuatu), (ia) menghilangkannya
-Ilmunya tidak cukup bagi dirinya dan ilmu orang lain tidak berguna baginya
-Ia tidak taat kepada (orang) yang menasihatinya dan temannya tidak pernah (merasa) tenang dengan kehadirannya.
-Ibunya merasa tidak melahirkannya dan isterinya merasa telah kehilangan dirinya
-Tetangganya jauh dari rumahnya dan temannya menjauh darinya
-Apabila ia yang paling muda dalam majelis, (ia) merasa lebih sadar dari orang yang lebih tua (darinya)
-Apabila ia yang paling tua, (ia) merusak (orang) yang lebih muda darinya.

Orang bodoh itu celaka kecuali orang berilmu
Orang berilmu itu celaka kecuali dengan beramal (mengamalkannya)
Orang yang beramal juga celaka kecuali dengan keikhlasan
Dan ikhlas itu, berada dalam keadaan bahaya yang besar

"...Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil"
(Al-Baqarah: 67)

Aamiin Allaahumma Aamiin ......

By www,sonnyangkoso.blogspot.com

PENYAKIT HATI DAN OBATNYA .


Dalam kitabnya Ihyâ `Ulûmuddîn, Al-Ghazali berbicara tentang tanda- tanda penyakit hati dan kiat-kiat untuk mengetahui penyakit hati tersebut.

Ia menyebutkan sebuah doa yang isinya meminta agar kita diselamatkan dari berbagai jenis penyakit hati: “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak kenyang, mata yang tidak menangis, dan doa yang tidak diangkat.” Doa yang berasal dari hadis Nabi saw ini, menunjukkan tanda-tanda orang yang mempunyai penyakit hati.

Merujuk pada doa di atas, kita bisa menyimpulkan ciri-ciri orang yang berpenyakit hati sebagai berikut:

Pertama, memiliki ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmunya tidak berguna baginya dan tidak menjadikannya lebih dekat kepada Allah swt. Al-Quran menyebutkan orang yang betul- betul takut kepada Allah itu sebagai orang-orang memiliki ilmu: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba- Nya ialah orang yang berilmu. Jika ada orang yang berilmu tapi tidak takut kepada Allah, berarti dia memiliki ilmu yang tidak bermanfaat.

Kedua, mempunyai hati yang tidak bisa khusyuk. Dalam menjalankan ibadah, ia tidak bisa mengkhusyukkan hatinya sehingga tidak bisa menikmati ibadahnya. Ibadah menjadi sebuah kegiatan rutin yang tidak mempengaruhi perilakunya sama sekali. Tanda lahiriah dari orang yang hatinya tidak khusyuk adalah matanya sulit menangis.

Nabi SAWmenyebutnya sebagai jumûd al-`ain (mata yang beku dan tidak bisa mencair). Di dalam Al-Quran, Allah menyebut manusia-manusia yang salih sebagai mereka yang …seringkali terhempas dalam sujud dan menangis terisak-isak. Di antara sahabat-sahabat Nabi, terdapat sekelompok orang yang disebut al-bakâun (orang-orang yang selalu menangis) karena setiap kali Nabi berkhutbah, mereka tidak bisa menahan tangisannya.

Dalam sebuah riwayat, para sahabat bercerita: Suatu hari, Nabi Saw menyampaikan nasihat kepada kami. Berguncanglah hati kami dan berlinanglah air mata kami. Kami lalu meminta, “Ya Rasulallah, seakan- akan ini khutbahmu yang terakhir, berilah kami tambahan wasiat.” Kemudian Nabi saw bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, kalian akan menyaksikan pertengkaran diantara kaum muslimin yang banyak …” Dalam riwayat lain, Nabi saw bersabda: “Hal pertama yang akan dicabut dari umat ini adalah tangisan karena kekhusyukan.”

Ketiga, memiliki nafsu yang tidak pernah kenyang. Ia memendam ambisi yang tak pernah habis, keinginan yang terus menerus, serta keserakahan yang takkan terpuaskan.

Adapun ciri
keempat dari orang yang berpenyakit hati adalah doanya tidak diangkat dan didengar Tuhan.

Kiat Mengobati Penyakit Hati
Cara
pertama untuk mengobati penyakit hati, menurut Al-Ghazali, adalah dengan mencari guru yang mengetahui penyakit hati kita. Ketika kita datang kepada guru tersebut, kita harus datang dengan segala kepasrahan. Kita tidak boleh tersinggung jika guru itu memberitahukan penyakit hati kita.

Amirul Mummineen Umar Ibn Al-Khattab berkata, (RA) “Aku menghargai sahabat-sahabatku yang menunjukkan aib-aibku sebagai hadiah untukku.” Seorang guru harus mencintai kita dengan tulus dan begitu pula sebaliknya, kita harus mencintai guru kita dengan tulus. Apa pun yang dikatakan guru, kita tidak menjadi marah. Kita juga harus mencari guru yang lebih sedikit penyakit hatinya daripada diri kita sendiri.

Kedua, mendapatkan sahabat yang jujur.
Sahabat adalah orang yang membenarkan bukan yang `membenar-benarkan’ kita. Sahabat yang baik adalah yang membetulkan kita, bukan yang menganggap apapun yang kita lakukan itu betul.

Ketiga, jika sulit mendapatkan sahabat yang jujur, kita bisa mencari musuh dan mempertimbangkan ucapan-ucapan musuh tentang diri kita. Musuh dapat menunjukkan aib kita dengan lebih jujur ketimbang sahabat kita sendiri.

Keempat, memperhatikan perilaku orang lain yang buruk dan kita rasakan akibat perilaku buruk tersebut pada diri kita. Dengan cara itu, kita tidak akan melakukan hal yang sama. Hal ini sangat mudah karena kita lebih sering memperhatikan perilaku orang lain yang buruk daripada perilaku buruk kita sendiri.

Sebuah kisah dari Jalaluddin Rumi akan menutup tulisan ini; Alkisah, di sebuah kota ada seorang pria yang menanam pohon berduri di tengah jalan. Walikota sudah memperingatkannya agar memotong pohon berduri itu. Setiap kali diingatkan, orang itu selalu mengatakan bahwa ia akan memotongnya besok. Namun sampai orang itu tua, pohon itu belum dipotong juga. Seiring dengan waktu, pohon berduri itu bertambah besar. Ia menutupi semua bagian jalan. Duri itu tidak saja melukai orang yang melalui jalan,tapi juga melukai pemiliknya. Orang tersebut sudah sangat tua. Ia menjadi amat lemah sehingga tidak mampu lagi untuk menebas pohon yang ia tanam sendiri.

Di akhir kisah itu Rumi memberikan nasihatnya, “Dalam hidup ini, kalian sudah banyak sekali menanam pohon berduri dalam hati kalian. Duri-duri itu bukan saja menusuk orang lain tapi juga dirimu sendiri. Ambillah kapak Haidar (Haidar adalah nama kecil Imam Ali), potonglah seluruh duri itu sekarang sebelum kalian kehilangan tenaga sama sekali.”

Yang dimaksud Rumi dengan pohon berduri dalam hati adalah penyakit- penyakit hati dalam ruh kita. Bersamaan dengan tambahnya umur, bertambah pula kekuatannya. Tak ada lagi waktu yang lebih tepat untuk menebang pohon berduri di hati kita itu selain saat ini. Esok hari, penyakit itu akan semakin kuat sementara tenaga kita bertambah lemah. Tak ada daya kita untuk menghancurkannya